Minggu, 21 Mei 2017

Kisah Nyata Sedekah : Dari Rp 300 Menuju Rp 30.000.000

Cerita IM :

23 Oktober 2013
Saya punya sisa utang kepada teman saya, sebut saja AD, Rp 62.842.000.
Hari ini AD datang ke rumah saya dan minta agar saya dapat membayar setengah dari utang saya. Usahanya sedang bangkrut. Dia butuh modal. Dengan terpaksa ia minta kepada saya agar dapat mengembalikan setengah dari utang saya, Rp 31.421.000
Waktu itu saya katakan bahwa saya akan mengusahakannya, namun belum bisa memastikan kapan bisanya. Saya katakan padanya, bila butuh dana mendesak, yang jumlahnya tidak terlalu besar, akan saya usahakan.

26 Oktober 2013
AD butuh dana 3 juta untuk biaya sekolah anak-anaknya.
Saya sedang tidak ada uang.
AD minta agar awal bulan sudah ada.

1 November 2013
Alhamdulillah, saya dapat rezeki. Uang Rp 3.000.000 saya transfer ke AD.
Berarti Rp 28.421.000 lagi.

10-14 November 2013
Saya transfer dengan mencicil, total Rp 750.000 ke AD, karena ia butuh untuk keperluan rumah tangganya. Saya jadi nggak enak karena telah merepotkan AD.
Berarti tinggal Rp 27.660.000 lagi.

16 November 2013
AD minta ke saya agar sisanya dapat disetor pada 30 November 2013.
Mulai hari ini saya membiasakan membaca doa :

Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin
Allaahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad

Ya Allah, aku mohon agar pada 30 November 2013, aku memperoleh dana 26 juta untuk mengembalikan pinjaman kepada temanku yang butuh untuk modal usaha.

Wa shallallaahu 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad
Walhamdulillaahi rabbil 'aalamiin

Saya juga minta kepada teman-teman agar mendoakan saya pada waktu-waktu mustajab.

23 November 2013
Akhir november semakin dekat. Allah belum kasih solusi.
Saya baca tweet Ustadz Yusuf Mansur Banyak Apa Dikit. Saya baru ingat, pakai teori sedekah : sedekah dibalas 10 X atau lebih.

Kalau belum ada Rp 30.000.000, sedekah Rp 3.000.000,
kalau belum ada  Rp   3.000.000, sedekah Rp    300.000,
kalau belum ada  Rp      300.000, sedekah Rp      30.000,
kalau belum ada  Rp        30.000, sedekah Rp        3.000,
kalau belum ada  Rp          3.000, sedekah Rp           300.

Pada saat saya baca tweet tersebut, saya langsung menerapkannya. Saya cek sisa uang yang ada di tas, ternyata ada Rp 300
Langsung saya sedekahkan ke celengan sedekah Rumah Zakat.

24 November 2013
Alhamdulillah, bisa sedekah Rp 10.000 ke Rumah Zakat.

26 November 2013
Alhamdulillah, hari ini ada bantuan dari Pak AM sebesar Rp 2.500.000. Langsung saya transfer ke teman saya.
Berarti tinggal Rp 25.171.000 lagi.

27 November 2013
Alhamdulillah, bisa sedekah Rp 10.000 ke Rumah Zakat.

28 November 2013
Alhamdulillah, dapat rezeki lagi, bisa sedekah Rp 127.500 ke Baitul Qur'an.

30 November 2013
Allah belum beri solusi.  Saya harus sabar. Saya berdoa agar teman saya bisa memberikan kelonggaran. Saya lupa mengabari teman saya bahwa saya belum dapat solusi.

4 Desember 2013
Pagi hari teman saya sms, memberi kelonggaran sampai akhir Desember. Tapi dia minta agar besok bisa transfer 4 juta. Dia akan ke luar kota untuk menjajagi usaha. Saya kelabakan, karena saya memang tidak punya simpanan.
Alhamdulillah, malam hari, teman saya, Bu TN memberikan kabar bahwa dia bisa meminjamkan dana Rp 18.000.000.
Berarti tinggal Rp 7.171.000 lagi.

6 Desember 2013
Alhamdulillah, dapat rezeki lagi, bisa sedekah Rp 157.000 ke Baitul Qur'an.

20 Desember 2013
Alhamdulillah, dapat rezeki lagi, bisa sedekah Rp 60.000 untuk membantu teman yang istrinya habis dikuret.

21 Desember 2013
AD minta agar tanggal 27 Desember 2013 dana tersebut bisa ditransfer.

26 Desember 2013
Sampai semalam, saya belum mendapatkan dana.
Pagi hari setelah shalat dhuha, saya pasrah kepada Allah. Saya siap menerima apa pun yang akan terjadi besok bila belum memperoleh dana tersebut.
Masya Allah, tidak lama berselang, saya men dapat kabar dari teman bahwa tunjangan profesi guru sudah ditransfer. Alhamdulillah, Rp 7.171.000 dapat saya bayarkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar