Sabtu, 22 Agustus 2015

MENAKAR PENTINGNYA DAKWAH KOMUNITAS

MENAKAR PENTINGNYA DAKWAH KOMUNITAS.
(Merangkai Mimpi, Membangun Negeri)
Oleh. Reza Milady Fauzan*
Hakikat Dakwah adalah proses transformasi masyarakat (baik secara individual, social, kultural maupun struktural) sehingga keyakinan dan sikap prilaku mereka selaras dengan kehendak Sang Pencipta.
Jika para pelaku dakwah setuju dengan platform Syumuliyatud dakwah ( baca : dakwah yg menyeluruh), tentu akan menjadi keniscayaan bagi para 'Change Maker' ini untuk terus bergerak dan mendorong arus kebaikan di segala sektor kehidupan.
Dalam konteks pembangunan nasional, sektor kehidupan yg dimaksud meliputi 3 sektor, yakni : Public sektor ( legislatif, eksekutif dan yudikatif ), Private sector (swasta, bisnis) dan Third sector ( Nirlaba, NGO).
Patutlah direnungkan.Belakangan ini, peran civil society tergerus dan terus menyempit secara partikular. Begitupula, makro ekonomi di wilayah privat sector dinilai tidak selalu menggairahkan dan seringkali beraroma transaksional.
Maka tidaklah mengherankan jika sebagian para 'Change Maker' ini berupaya untuk mencari ruang-ruang kreatif guna menciptakan karya karya muamalah yang luar biasa disektor yang lain.
'Role model' mengenai bagaimana cara mereka bekerja di 'third sector' itulah umumnya ditemukan dalam GERAKAN KOMUNITAS.
Mereka tlh berupaya melakukan perubahan sosial (social change) menggunakan kemampuan enterprenurship. Secara spesifik, dedikasi yang telah mereka lakukan -baru baru ini- diakui dan lekat dengan sebutan Soc'Ent atau SOSIAL ENTERPRENEURSHIP.
Adalah BARON NOORWENDO, Founder Program #sampahjadikeren dan #FREAKDepok. Sejak tahun 2003 hingga detik ini ia menggeluti 'panggilan jiwa nya' sebagai GARBAGE-PREUNER (Red. suatu istilah yg tidak akan pernah ditemukan dikamus bahasa manapun). Program 'anti mainstream' yang digagasnya ini LOW COST, tapi HIGH IMPACT. Betapa tidak, dengan modal awal 20.000 rupiah, kini GARBAGEPRENUR mampu 'menolong' dan memberdayakan 40 usaha mikro dari jeratan riba. Kereen, bukan ??
Begitupula dengan TATIEK KANCANIATI. 'Change Maker' ini adalah penggagas Kampung Wisata Bisnis Tegal Waru,Ciampea,Bogor. Kiprah dan kerja kerasnya telah 'menyulap' wajah sebuah desa kecil yang mulanya biasa saja menjadi desa wisata inspiratif.
Lebih dari 35 produk yg diproduksi para pelaku UKM di Tegal waru dengan total perolehan omset lebih dari 1 Milyar rupiah setiap bulannya. Kiprah pemberdayaan nya ini telah menghantarkan Kampung Wisata Tegal waru layak dikunjungi lebih dari 40.000 orang wisatawan lokal dari jawa dan luar pulau jawa. Inspiring,bukan ??
Sejatinya, di third sector, INDONESIA memerlukan ribuan sosok TRANSFORMER semacam Baron Noorwendo. Bergerak seprofesional mungkin sehingga ia tumbuh menjadi 'syakhsiyah bariizah' magnet ditengah tengah masyarakatnya.
INDONESIA masih menantikan ribuan sosok PEREMPUAN HEBAT semacam Tatiek Kancaniyati.Ia menjadi 'magnet' karena mampu menghargai setiap karya dan terus menggali kekuatan masyarakat nya agar lebih berdaya.
Akhirnya, andaikata 'mutual endorsment' bagi para 'change maker' di ketiga sektor ini benar benar terjadi dan mereka saling bergandengan tangan dalam berkontribusi, maka ini akan memberikan jalan yang luas guna menghadirkan Indonesia yang lebih baik. Merdeka !!!
*) Penulis adalah Founder Bank Sampah Taawun Jkt.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT












Tidak ada komentar:

Posting Komentar