Langkah-langkah Perumusan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Langkah-langkah Perumusan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
:
a.Guru perlu berpedoman atau mengambil rumusan SK dan KD yang telah disusun oleh BSNP berdasarkan mata pelajaran yang diampu
b.Guru memilih SK dan KD yang telah dirumuskan oleh BSNP untuk setiap mata pelajaran. Pemilihan SK dan KD harus disesuaikan dengan jenjang pendidikan, mata pelajaran, dan semester. SK dan KD yang diambil menjadi pedoman dalam mengembangkan komponen-komponen silabus berikutnya.
c.Setelah SK dan KD dipilih, selanjutnya dilakukan analisis dengan mengajukan pertanyaan dasar: " Apa sajakah tanda-tanda bahwa siswa –siswi telah menguasai kompetensi?". Untuk memperoleh jawaban terhadap pertanyaan dasar tersebut, dapat digunakan tiga pertanyaan bantuan, berikut :
1) Pengetahuan apa sajakah yang harus dikuasai siswa-siswi. Jawaban terhadap pertanyaan ini dapat berupa konsep, fakta, prosedur, prinsip, atau rumus dari body of knowledge ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan mata pelajaran.
2) Keterampilan apa sajakah yang harus dapat ditampilkan siswa. Jawaban terhadap pertanyaan ini adalaha semua bentuk keterampilan yang harus diperagakan siswa, sehubungan dengan kompetensi yang sedang kita analisis. Keterampilan dapat dipilah menjadi dua bagian yaitu: keterampilan yang muara akhirnya berupa barang (product) dan keterampilan yang muara akhirnya berupa penampilan kinerja (performance).
3) Sikap atau perilaku apa sajakah yang dibatinkan dan diterapkan siswa. Jawaban terhadap pertanyaan ini berupa rumusan perilaku atau kebiasaan yang berkaitan dengan penerapan sikap nilai dalam kehidupan siswa sehari-hari. Karena indikator yang hendak kita kembangkan bertumpu pada kompetensi dasar dari mata pelajaran tertentu, maka hendaknya dipilih sikap/perilaku yang berhubungan dengan mata pelajaran tersebut, terutama dengan kompetensi bersangkutan.
Terkait dengan ketiga aspek diatas, maka Bloom (et al). (1965:17) Hisyam Zaini menganalisis kompetensi menjadi tiga aspek, dengan tingkatan yang berbeda-beda setiap aspeknya, yaitu kompetensi:
a) Kognitif, meliputi tingkatan pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan penilaian.
b) Afektif, meliputi pengenalan, pemberian proses, penghargaan terhadap nilai, pengorganisasian, dan pengamalan.
c) Psikomotorik, meliputi peniruan, penggunaan, penggunaan, ketepatan, perangkaian, dan kreativitas.[9]
d) Pada proses perumusan SK dan KD perlu memilih kata-kata kerja umum operasional berdasarkan level kompetensi pembelajaran.
e) Pada proses perumusan dan pengembangan SK dan KD. Guru perlu memerlukan tingkat kompetensi yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Penentuan tingkat kompetensi yang harus dicapai oleh siswa, juga perlu mempertimbangkan kemampuan awal siswa. Jika kompetensi yang telah disusun tidak memenuhi kemampuan awal siswa, maka kompetensi tersebut hanya sia-sia dan tidak mungkin tercapai oleh siswa.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar