Rabu, 04 Juli 2018

Cerita Fiksi Politik dari Hudzaifah Muhibullah

-Cerita Fiksi Politik: TR & AM bagian 1-

Al kisah, ada seorang pemuda bernama Taufan Rizieq atau bisa kita singkat TR yang berdarah campuran sulawesi & jawa barat hidup di dunia ini. Kisah hidupnya berliku & cukup menarik. Menyelesaikan pendidikan di pesantren atas kemauannya sendiri lalu melanjutkan jenjang pasca sekolah di Jakarta, tidak lama setelah itu pindah ke malaysia lalu pindah ke Jordania setelah meminang pujaan hatinya. Di Jordania menuntut ilmu bidang Hukum Islam & Ekonomi Islam.
Di Jordania TR aktiv juga sebagai wartawan, bahkan sempat bertatap muka langsung dengan Syaikh Ahmad Yasin di Palestina lalu mewawancarainya. TR menuntut ilmu juga bekerja di sana, dan akhirnya di umur 30-an dia menyelesaikan Masternya lalu pulang ke Indonesia. Karirnya di Indonesia melejit: dia bergabung dengan organisasi yang belum besar saat itu, dan di tahun 90-an akhir berhasil menjadi anggota inti berjenjang dewasa di organisasi itu, hampir bersamaan dengan istrinya (karena anggota Madya dalam AD/ART belum ada waktu itu, langsung jenjang Dewasa). Lalu tidak lama setelah itu karirnya semakin melejit, TR diangkat menjadi anggota Ahli dalam waktu sangat singkat karena prestasi-prestasinya, bahkan meninggalkan senior-seniornya yang lain, padalah mereka jauh lebih awal bergabung dengan Organisasi. Selain di organisasi, dalam bidang Pendidikan TR juga membangun sebuah Sekolah Tinggi Ekonomi Islam bersama teman-temannya, lalu dalam bidang seni TR juga membuat sebuah group Music yang cukup berpengaruh. TR memang orang yang Multi-talenta.
TR sangat dekat dengan Pimpinan tertinggi Organisasi, dan sangat diandalkan. TR konsen di bidang kaderisasi di Jawa Barat, karya-karyanya gemilang di bidang itu. Lalu tahun 2005 diangkat menjadi ketua organisasi wilayah jawa barat, yang tentu memiliki agenda super besar di tahun 2008, yaitu Pemilihan Gubernur Jawa Barat. Managerial TR sangat bagus, TR mendata ketua-ketua daerah terkait kemampuan keuangannya, dan mengelompokkan mereka di kelompok mampu & harus butuh pertolongan. Karena TR sadar, begitu beratnya pekerjaan ketua-ketua daerah itu. Akhirnya TR memcarikan solusi keuangan bagi ketua-ketua daerah yang harus mengorbankan waktunya demi organisasi.
TR sempat ditawari oleh Petahana Gubernur Jawa Barat kursi Wakil Gubernur, tapi TR menolak. Di penjaringan internal posisi TR nomor 1 untuk dicalonkan menjadi Gubernur Jawa Barat. Tapi sekali lagi TR menolak posisi mentereng itu, TR secara langsung berbicara dengan pimpinan tertinggi bahwa dia ingin fokus membesarkan organisasi.
Ada hal-hal unik di tahun politik 2007-2008. Istri TR diangkat menjadi anggota Ahli, dan dalam pertemuan anggota Ahli baru, terlihat satu orang yang begitu mencolok. Asal usulnya tidak diketahui, sepak terjangnya tidak diketahui, evaluasinya pun tidak di ketahui. Lalu orang ini tiba-tiba menjadi anggota Ahli dalam waktu sangat singkat. Bahkan lebih singkat dari TR. Menjadi anggota Ahli yang begitu berbelit syarat-syaratnya, tapi orang misterius itu mampu melewatinya dalam senyap. Diketahui orang misterius itu adalah pensiunan Intel yang melegenda. Info-info bawah tanah organisasi di monopoli olehnya, dan semua percaya.
Kembali ke pertarungan Politik. TR menolak posisi Gubernur dan mengusulkan sahabatnya untuk menjadi calon Gubernur yaitu Andi Hertanto. Mendengar usulan itu, senior-senior organisasi banyak yang berbicara sinis „Si Andher kan kartu mati di jakarta“ & kata-kata sinis lainnya. Tapi TR & yang lainnya percaya akan kehebatan dan kemampuan Andher. Akhirnya dimulailah pemenangan Andher yang diawali dengan ibadah Umrah bersama-sama pengurus wilayah Jawa barat. Dengan dana terbatas tentunya. Hotel jauh dari Masjidil Haram atau masjid Nabawi, intinya Umrah yang begitu minim. Tapi api perjuangan itu membara di tanah suci, rapat pemenangan di tanah suci itu begitu berkesan dan mendalam, terutama bagi yang terlibat langsung. Kelebihan TR adalah rasionalitas dalam memetakan masalah dan kuantifikasi variabel-variabel kemenangan. Detail sekali. Andher yg elektabilitasnya masih kecil, dicarikan pendamping yg menutupi kekurangan tersebut, hingga dideklarasikan pasangan baru Jawa Barat. Kuda hitam yang berbahaya. Siang-malam TR bekerja dengan teamnya dilapangan. Dari elektabilitas sangat kecil mampu menjadi juara di angka 42%. Militansi para kader organisasi begitu dahsyat, hingga mendapat angka 42% di 2008. kemenangan yang super gemilang. Dan tentu saja pekerjaan-pekerjaan Andher juga menjawab pendapat-pendapat sinis para senior.
Kehidupan TR berlanjut paska kemenangan gemilang itu. Dia sakatang lebih tahu detail isi dari organisasi, karena dia seorang anggota majelis tertinggi di organisasinya, dia mengikuti sengitnya perdebatan di dalam majelis tinggi itu dan mengetahui info-info bawah tanah yang terus di supply oleh pensiunan agen. Tapi dia juga tau ada info-info bawah tanah lainnya yang di bawakan oleh salah satu anggota majelis tinggi yang jenius disana, menghancurkan info-info pensiunan agen itu. Bahkan info-info si pensiunan ini sering salah dan merugikan organisasi. Si Jenius ini adalah Anas Mahmud atau kita singkat AM. Team AM sering bertemu di lapangan dengan team TR. AM sebetulnya adalah eksekutor terhebat yang dimiliki pimpinan tertinggi saat itu. AM mampu mengeksekusi permintaan-permintaan tingkat tinggi sang pimpinan, bahkan posisi-posisi penting di negara dapat diraih berkat jasanya. AM memiliki banyak kesamaan dengan TR, AM pernah di tawari kursi mentri tapi dia menolak, lalu memberikan kepada senior-seniornya. AM adalah pemuda jenius yang di segani lawan-lawan, dia adalah otak dari banyak aksi gemilang organisasi.
Pada tahun 2010 TR naik pangkat, dia menjadi ketua Generasi muda dan Profesi di organisasinya. TR memang dikenal sangat dekat dengan Pemuda yang secara pendekatan memang harus khusus. TR juga menjadi ketua pemuda secara level internasional di asia-pasifik. Dan satu lagi, TR juga menjadi anggota team rahasia semodel intelijen di dalam organisasinya, fungsinya mengamankan organisasi dari serangan-serangan bawah tanah. Waktu terus berlalu, desas-desus di Organisasi terus berhembus. Desas-desus mengenai sosok AM. Info-info bawah tanah pasokan si pensiunan agen terus berhembus. Seperti AM adalah agen mossad, AM makan banyak uang haram, AM agen Musuh yang disusupkan, AM ini & AM itu. Isu-isu itu terus berhembus dan dihembuskan. Tapi perjalanan TR terus berlanjut, terutama mengurusi para mahasiswa bibit manusia unggulan di masa depan.
Waktu terus berlalu, awal 2013 terjadi kegegeran yang mengguncang organisasi. Pertahanan organisasi bobol, padahal organisasi memiliki team rahasia yang bertugas menjaga hal itu. Tidak tanggung-tanggung, serangan itu mengenai langsung jantung organisasi. Presiden organisasi di penjarakan dengan alasan yang dipaksakan. Keadaan sangat genting. Majelis tertinggi segera mengadakan pertemuan, dan ada kejutan dahsyat di sana. AM dipercaya sebagai pemimpin dalam kondisi mengkhawatirkan itu, bahkan banyak anggota majelis tinggi yang berkata bahwa hanya AM yang bisa menyelesaikan masalah, padahal isu-isu jelek terkait AM sudah berhembus, tapi dalam keadaan genting memang kapasitas yang berbicara: AM menjadi nahkoda secara aklamasi. Sangat cepat keputusannya.
Lalu ada kejutan lain yang tidak kalah mengejutkan ketika itu. Nama TR, seorang pendatang baru di organisasi pusat mencuat. Dia di daulat menjadi Sekretaris Jenderal Organisasi. Posisi yang sangat tinggi, salah satu posisi pemimpin tertinggi organisasi. Padahal baru 3 tahun TR ada di struktur organisasi pusat. Waktu berjalan, TR ditandem dengan AM. Sesuatu hal yang dirasakan sangat tidak mungkin, karena masih banyak tokoh Organisasi yang dirasa lebih cocok. TR gundah gulana, apalagi dia dibekali misi yang menggores hati nuraninya. Lalu TR memberanikan diri untuk menemui AM. Berbicara 4 mata dari hati kehati.
„Soal saya menjadi sekjend mendampingi anda, apakah ini permintaan majelis atau permintaan BELIAU?“ Tanya TR kepada AN
„Permintaan BELIAU“ jawab AM.
„Sebetulnya saya ditugasi untuk memata-matai anda. Tapi karena kita sering bertemu dilapangan, hati nurani saya mengingkari hal itu“ TR menceritakan tugas rahasianya. Ternyata sungguh mengejutkan, tugasnya adalah tugas intelijen tapi di terapkan kepada Rekannya sendiri.
AM pun terkejut. Bukan karena tugasnya, tapi karena TR yang berbicara jujur kepadanya. Padahal saat itu dalam posisi tugas, AM adalah musuh TR. apalagi TR sudah bersama BELIAU belsan tahun lamanya. Tentu ini adalah pengkhianatan. Taoi hati nurani tidak bisa di bohongi.
„Anda harus ikut saya setiap hari, setiap saat. Saya akan tunjukan kepada anda apa sebetulnya yang saya kerjakan“ AM menawarkan pilihan itu untuk menjawab kebimbangan TR dan untuk menjawab semua info-info yang masuk kepadanya. Padahal tugas sekjend sebenarnya bukan itu, sekjend tidak harus membersamai Presiden kemana-mana. Tapi ini untuk menjawab semua tuduhan.
-BERSAMBUNG-
03.07.18
Oleh Dzaif Taufik, penulis Novel Etika: Manusia & Cinta.


Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar