Dr. Attabik Luthfi : Berkhidmat dan Berjihad dalam Dunia Pendidikan



Berkhidmat dan Berjihad Dalam Dunia Pendidikan

Dr. Attabik Luthfi, Lc., M.A.

1. Jihad bermakna umum, menurut imam Ibnul Qayyim sampai ada 13 tingkatan. Kebanyakan ada dua kata yaitu: fisabilillah juga biamwalikum wa anfusikum.

2.Makna fi Sabilillah (QS. At Taubah: 60) bermakna umum. Sehingga bidang politik, ekonomi, sosial termasuk dunia pendidikan.

3.Jihad qitali(Medan perang) tidak mungkin terjadi melainkan dengan jihad tarbawi (pendidikan). Dan jihad pendidikan adalah jihad yang pertama sebelum jihad yg lebih umum dan luas.

4. Konteks jihad harta pada zaman sahabat adalah harta yang mereka miliki. Konteks anfusihim bisa bermakna pemikiran, kontribusi diri dan tidak melulu diartikan sebagai nyawa.

5. Syariat Allah terbesar ada pada dunia pendidikan.

Firman Allah:
۞وَمَا كَانَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لِيَنفِرُواْ كَآفَّةٗۚ فَلَوۡلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرۡقَةٖ مِّنۡهُمۡ طَآئِفَةٞ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُواْ قَوۡمَهُمۡ إِذَا رَجَعُوٓاْ إِلَيۡهِمۡ لَعَلَّهُمۡ يَحۡذَرُونَ

Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya (QS.At-Taubah, Ayat 122)

6. Zaman ini terjadi perang terminologi, terjadi pengaburan istilah seperti seseorang yg berniat melaksanakan agama Islam disebut teroris, dukun dinamakan para normal.

7. Jihad memiliki derivatifnya, bersungguh-sungguh dalam berlelah lelah serta memaksimalkan usahanya dibidang pendidikan misalnya. Maka orang yg mencurahkan segala usahanya dengan maksimal potensi, maka ia adalah seorang mujahid.

" Barangsiapa yang memaksimalkan usahanya disiang hari hingga sore, maka dosanya akan diampuni Allah".(HR. Muslim)

8. Tantangan jihad tarbawi ada dua, syahwat ( nafsu) dan syubhat (samar tidak jelas). Ali bin Abi Thalib berkata saat orang orang mengadu dimasanya berbeda dengan masa Abu Bakar dan Umar bin Khattab, beliau menjawab" Dimasa Abu Bakar dan Utsman rakyat nya seperti aku, dan sekarang rakyatnya seperti kalian".

Munculnya syahwat ditangkal dengan sabar. Sedangkan syubhat ditangkal dengan keyakinan (ilmu).

9. Syahwat bisa terbatas seiring waktu (perut dan bawah perut). Sedangkan syubhat (pemikiran) tidak akan pernah selesai, sepanjang manusia hidup.

10. Kaum Barat akan terus menggangu umat Islam dengan mencetak doktor doktor pribumi untuk mengacaukan pemikiran. Karena pemikiran dan pendidikan akan melahirkan pemimpin masa depan.

11. Rasulullah bersabda:

رأس الأمر الاسلام وعموده الصلاة وذروة سنامه الجهاد

Pokok perkara adalah  Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad (HR. Muslim)

12. Dunia pendidikan seharusnya melahirkan pemimpin yang rela berjihad, bukan pemimpin yang terlahir dari media. Era sekarang pendidikan Tinggi cukup terbatas SDMnya, padahal pendidikan tinggi memiliki potensi melahirkan pemimpin masa depan.

والله اعلم
Disadur oleh:
Abu Nawa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar