Cara Menjaga Metabolisme Tetap Baik di Usia 40

Cara Jaga Metabolisme Tetap Baik di Usia 40

Metabolisme yang menurun adalah masalah yang sulit untuk ditangani. Banyak ahli menawarkan saran berbeda tentang cara mengatasinya, mulai dari pemberian hormon hingga berbagai jenis diet yang mengklaim dapat mengatur ulang sistem tubuh.

Mendekati usia 40 tahun, orang cenderung mengalami penurunan metabolisme dan untuk mengembalikannya merupakan hal yang sulit. Usia memainkan faktor besar dalam penurunan metabolisme, namun faktor-faktor lain berperan dalam memperlambatnya juga.

Ketidakseimbangan hormon, stres, pola makan yang buruk, dan gaya hidup yang tidak aktif termasuk beberapa di antaranya. Faktor terbesar dalam memperlambat metabolisme adalah hilangnya otot yang membakar kalori yang terjadi seiring bertambahnya usia.

Seperti dilansir Star 2, praktisi kedokteran fungsional Datuk Dr Nor Ashikin Mokhtar mengatakan, terlalu khawatir tentang metabolisme yang melambat sebenarnya bisa menyebabkan efek bertolak belakang dengan efek yang diinginkan. Dia merekomendasikan sebaiknya orang menghindari penggunaan suplemen dan mencoba untuk melakukan perubahan gaya hidup sehari-hari.

Makanan

Konsumsi makanan yang lengkap dan seimbang diperlukan untuk mendapatkan berbagai nutrisi dan mineral yang baik. Pilih makanan dengan protein tanpa lemak yang berkualitas, karbohidrat kompleks, dan makanan yang kaya serat, zat besi, zink, dan selenium.

Tambahkan makanan harian dengan jahe, kayu manis, cabe rawit dan kunyit. Minum teh hijau atau kafein juga dapat mempercepat metabolisme.

Saat sistem tubuh menghabiskan lebih banyak waktu memproses dan mencerna makanan, perut akan merasa kenyang lebih lama. Dengan begitu, orang tidak akan mengonsumsi makanan berlebih yang akhirnya disimpan sebagai lemak.

Air

Anjuran meminum air delapan gelas per hari memang bermanfaat pada banyak hal, termasuk metabolisme. Meski peran air ini penting, ternyata banyak orang yang mengabaikannya.

Di Inggris, contohnya. Menurut Dewan Hidrasi Nasional Inggris, hampir 90 persen populasi tidak minum cukup air setiap hari.

Memang delapan gelas sehari terdengar begitu banyak. Hanya saja, jumlah tersebut tidak diminum dalam satu waktu.

Coba untuk membagi dalam beberapa bagian, seperti saat bangun tidur dengan 500 ml air lalu minum lagi setiap tiga jam hingga mencapai sekitar 2,5 liter dalam sehari. Hidrasi yang baik penting untuk menghilangkan racun dalam darah. Kalau tidak racun akan menumpuk di tubuh dan disimpan dalam sel-sel lemak.

Dalam masyarakat modern, situasi penuh tekanan muncul entah dari mana, kadang-kadang dalam skenario yang paling tidak diharapkan. Kemacetan, pekerjaan yang menumpuk, dan hal lainnya sangat mudah menimbulkan stres.

Stres yang meningkat dalam waktu lama cenderung menyebabkan ketidakseimbangan hormon, seperti kortisol, dehydroepiandrosterone (DHEA), dan adrenalin. Kortisol, khususnya, dapat menyebabkan penumpukan lemak perut.

Mengelola stres menjadi kunci untuk mengatasi masalah-masalah yang bisa ditimbulkan. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah mempelajari beberapa praktik meditasi dasar untuk pagi hari, berjalan kaki lima hingga 10 menit setelah makan siang, dan coba alaokasikan waktu untuk beristirahat dan mendapatkan tidur yang nyenyak.

Kegiatan-kegiatan itu akan membuat sirkulasi darah berjalan, meningkatkan kadar serotonin, dan menurunkan hormon stres yang mengancam memperlambat metabolisme.

Tidur

Tidur nyenyak membantu dalam hasil penurunan berat badan yang lebih baik.Penelitian telah menunjukkan kurang tidur atau hanya tidur lima hingga enam jam akan merusak tubuh untuk kehilangan lemak dan penambahan otot tanpa lemak.

Ketika ingin meningkatkan metabolisme tubuh, tidurlah lebih awal dan tidur lebih banyak. Kurangnya tidur dapat menyebabkan resistensi insulin, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, penambahan berat badan, dan berkembang menjadi sindrom metabolik.

Ketika tidur lebih awal di malam hari, tubuh sedang menjalani perawatan lebih awal. Di antara banyak hal yang terjadi di tubuh saat tidur adalah pelepasan hormon yang membuat tubuh mengalami perbaikan.

Semua pemeliharaan sistem ini yang terjadi saat Anda tidur sebenarnya membakar kalori. Inilah alasan utama untuk mendapatkan tidur yang cukup setiap malam.

Olahraga

Menjadi aktif menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia. Apalagi, manfaatnya berlipat ganda.

Gaya hidup modern sebagian besar bersifat kurang bergerak. Kurangnya olahraga, merokok, dan alkohol semuanya berkontribusi pada lemak perut yang lebih besar.

Alih-alih mengurangi aktivitas fisik seiring bertambahnya usia, justru kegiatan aktif harus dilakukan. Dengan cara ini akan terlihat peningkatan dalam memori dan energi, jantung dan persendian akan menguat, dan itu akan memiliki efek positif pada suasana hati sehingga mengurangi stres.

Cobalah latihan penurunan berat badan untuk meningkatkan metabolisme dalam jangka panjang karena otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak. Namun, semua hal harus dilakukan dalam jumlah sedang dan jangan berlebihan.

Berolahraga terlalu banyak dapat memengaruhi produksi estrogen dan testosteron serta memperlambat fungsi tiroid yang memainkan peran penting dalam metabolisme. Terlalu banyak olahraga juga dapat mempengaruhi sistem endokrin, menyebabkan peningkatan kadar kortisol, dan hormon stres.

Para profesional kebugaran umumnya menyarankan orang untuk mencoba "istirahat aktif" di antara hari-hari latihan intensif seperti latihan beban dan latihan interval intensitas tinggi (HIIT). Saat melakukan sesi latihan yang lebih ringan seperti naik sepeda yang serba cepat diselingi dengan berenang lambat atau latihan yoga dasar agar tidak terlalu menekankan tubuh.


Sumber:

https://gayahidup.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/pspc2s414/cara-jaga-metabolisme-tetap-baik-di-usia-40-1

https://gayahidup.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/pspcag414/cara-jaga-metabolisme-tetap-baik-di-usia-40-2tamat



Tidak ada komentar:

Posting Komentar