Thursday, 13 June 2019

Ustadz Adi Hidayat: Puasa Enam Hari di Bulan Syawal


Dari Abu Ayyub Al-Anshori radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka dia seolah-olah berpuasa selama setahun.” (HR. Muslim no. 204)

Man: siapa => siapapun.

Shoma romadhona: telah puasa Ramadhan

Tsumma: kemudian => jeda panjang: awal syawal sampai akhir syawal. Pilih sesuai dengan kenyamanan.

Atba 'ahu: diteruskan

Sittan: enam (hari)

Min syawal: dari bulan syawal => tidak harus berurutan.

Kana kashiyami dahr: seperti puasa setahun

Hadits Bukhari: Setiap satu kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipatnya

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. Al An’am: 160).

1 kebaikan dibalas 10

Ramadhan: 30 hari

30 hari x 10 = 300 hari

Ditambah 6 hari di bulan syawal

6 hari x 10 = 60 hari

Total = 300 hari + 60 hari = 360 hari (setahun)



Sumber:

https://muslim.or.id/30528-berpuasa-enam-hari-di-bulan-syawwal-01.html

https://www.youtube.com/watch?v=M3jhE2AD-NY

https://almanhaj.or.id/11578-keutamaan-puasa-2.html

https://rumaysho.com/2555-faedah-tauhid-6-satu-kebaikan-minimal-dibalas-10-kebaikan.html

No comments:

Post a Comment