Sunday, 11 August 2019

Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antarindividu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok lainnya.

John Lewis Gillin [1]
"Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial dinamis yang menyangkut hubungan antarindividu, antara individu dan kelompok, atau antar kelompok."

Terjadinya interaksi karena ada proses aksi dan reaksi.

Manusia punya naluri gregariousness, yaitu naluri untuk selalu hidup berkelompok atau bersama dengan orang lain.

Sebagai makhluk sosial, manusia punya kecenderungan untuk bekerja sama dengan orang lain.

Faktor-faktor yang mendorong manusia untuk hidup bersama dengan orang lain yaitu untuk :

a. memenuhi kebutuhan hidupnya

b. mempertahankan diri

c. meneruskan generasi atau keturunan

d. hidup bersama

Pola interaksi sosial:
a. antarindividu

contoh : Yusuf dan Ahmad sedang berdiskusi.
b. antara individu dan kelompok

contoh : Pak Firman sedang menjelaskan materi pelajaran kepada siswa kelas X
c. antarkelompok

contoh : Siswa kelas X dan kelas XI sedang merencanakan kegiatan pada saat liburan.

Syarat terjadinya interaksi sosial:
a. kontak : berhubungan dengan orang lain
b. komunikasi : pengiriman dan penerimaan pesan antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami

Sifat kontak/komunikasi :
a. Primer (tatap muka) :
Contoh :
- Guru sedang mengajar sosiologi di kelas.
- Ibu membujuk adik yang menangis karena jatuh.
b. Sekunder (tidak tatap muka)
Contoh :
1) sekunder langsung
Contoh :
Ahmad sedang menelepon Fajri
2) sekunder tidak langsung
Contoh :
Anita menerima kiriman surat dari seseorang di luar negeri

Ciri-ciri interaksi sosial :
1. Jumlah pelaku dua orang atau lebih.

2. Ada tujuan yang ingin dicapai.

3. Ada dimensi waktu.
4. Ada komunikasi yang terjadi.
Contoh:
Komandan upacara memberi aba-aba kepada peserta upacara dan dipatuhi sehingga terjadi interaksi sosial yang baik.

Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial:
a. imitasi : sikap meniru perilaku orang lain.

Contoh: anak meniru artis menyanyi

- remaja mengikuti gaya berpakaian artis
b. identifikasi : keinginan untuk menjadi sama dengan orang lain, biasanya orang yang diidolakan.

Contoh tokoh teladan : Umar bin Khattab
c. simpati : merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.
d. empati : merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain dan berbuat untuk melakukan sesuatu untuk orang tersebut.

Contoh:

- Seorang siswa SMP di China menyumbangkan seluruh uang tabungan hasil jerih payahnyanya dari mengumpulkan botol bekas air mineral kepada anak-anak korban HIV.

e. sugesti : pendapat seseorang yang diterima tanpa kritik.
- Biasanya pendapat tersebut diberikan oleh :
* Tokoh politik : Bung Karno
* Artis : Deddy Mizwar
f. motivasi : dorongan yang diberikan kepada seseorang untuk melakukan sesuatu


Bentuk-bentuk/jenis-jenis interaksi sosial

a. Proses asosiatif : interaksi yang mempererat hubungan
1) kerja sama :
kerukunan
bargaining : tukar-menukar barang dan jasa
kooptasi : penerimaan unsur baru dalam kepemimpinan
koalisi : kerja sama antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama
joint venture : kerja sama perusahaan dalam proyek tertentu
2) akomodasi : usaha untuk meredakan pertentangan
- koersi : dengan paksaan
kompromi : mengurangi tuntutan
arbitrasi : mengundang pihak ketiga untuk memutuskan perkara
mediasi : mengundang pihak ketiga sebagai penasihat
konsiliasi : mempertemukan pihak yang bertikai untuk membuat kesepakatan
toleransi : menghargai pendirian orang lain
ajudikasi : dibawa ke pengadilan
stalemate (kebuntuan) adalah kondisi dimana pihak yang bertikai menghentikan konflik karena kekuatan seimbang.

Contoh : Konflik antarfaksi mujahidin di Afghanistan. Mereka bertempur, namun akhirnya berhenti karena merasa tidak dapat mengalahkan lawan, sama kuat.
majority rule : keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak dalam voting.

Contoh :
Ketika para siswa hendak mengadakan widyawisata, terjadilah perbedaan dalam menentukan objek. Untuk mencapai kata mufakat diadakan voting.
elimination : pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
integration : mempertimbangkan kembali pendapat-pendap
at sampai diperoleh suatu keputusan yang memaksa semua pihak.
3) akulturasi : masuknya budaya asing tanpa menghilangkan budaya asli.
4) asimilasi :

- pembauran dua budaya yang menghasilkan budaya baru, atau
- usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan
Contoh :
- Pergaulan antara orang-orang yang berbeda latar belakang budaya, mereka saling mencari persamaan atau saling menyesuaikan perilaku di antara mereka, sehingga muncul budaya bersama.
- Pimpinan perusahaan bersepakat untuk membentuk forum komunikasi dengan para buruh untuk mewujudkan keinginan-keinginan yang berbeda antara pimpinan dan pekerja perusahaan.

b. Proses disosiatif : interaksi yang memperenggang hubungan.
1) persaingan/kompetisi
Contoh:
- pelajar lulusan SMA mengikuti tes seleksi masuk perguruan tinggi
- kakak beradik mengikuti perlombaan lari cepat

2) kontravensi : proses interaksi yang berada di antara persaingan dan konflik
Contoh : perasaan tidak suka terhadap seseorang

Bentuk-bentuk kontravensi antara lain:
1) Kontravensi intensif, misalnya penghasutan, desas-desus, dan
mengecewakan pihak lain.
2) Kontravensi rahasia, misalnya berkhianat, membuka rahasia
orang lain di muka umum.
3) Kontravensi taktis, misalnya intimidasi, provokasi, membi-
ngungkan lawan, dan sebagainya.
4) Kontravensi umum, misalnya mengacau pihak lain, berbuat
kekerasan, dan sebagainya
5) Kontravensi sederhana, misalnya mencaci maki, memfitnah,
dan sebagainya.

3) konflik: percekcokan; perselisihan; pertentangan

_________

[1] Kun Maryanti dan Juju Suryawati, Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas X Kurikulum 2013, 2007, Esis, Jakart, halaman 29.



Referensi

Kun Maryati. Sosiologi, Jilid 1.

Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007. Manusia dan Masyarakat. Jakarta : Ganeca Exact.

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Soal UN Sosiologi SMA 2008, 2009, 2010, 2011 yang terkait dengan materi interaksi sosial.
Sumber gambar

http://iwandahnial.wordpress.com/2009/06/22/gotong-royong/

No comments:

Post a Comment