Tuesday, 13 August 2019

Stratifikasi Sosial

A. Pengertian Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial adalah pengelompokan masyarakat secara vertikal.

Stratifikasi sosial di masyarakat terbentuk karena adanya penghargaan lebih terhadap sesuatu.

Proses terbentuknya stratifikasi sosial :
1. Terjadi dengan sendirinya.
Contoh : stratifikasi sosial atas dasar kekayaan.
2. Sengaja dibentuk.
Contoh : struktur organisasi kelas. 


B. Kriteria/Dasar Stratifikasi Sosial


1. Kekayaan
Orang yang kaya memiliki kedudukan lebih tinggi dari orang yang cukup. 


Contoh stratifikasi sosial berdasarkan besarnya penghasilan dari pekerjaan : 
a. Pengusaha besar
b. Pengusaha menengah
c. Pengusaha kecil

Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria ekonomi pada masyarakat industri:
1. Kelas atas
2. Kelas menengah
3. Kelas bawah

Stratifikasi sosial masyarakat pertanian berdasarkan kepemilikan tanah:
a. Petani pemilik
b. Petani penggarap
c. Buruh tani

2. Kekuasaan
Orang yang berkuasa mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari yang dikuasai. 


Stratifikasi sosial berdasarkan jabatan pemerintahan:
1. Presiden
2. Gubernur
3. Bupati/walikota
4. Camat
5. Lurah

3. Pendidikan
Orang yang berpendidikan tinggi mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari yang berpendidikan rendah.

Stratifikasi sosial atas dasar kriteria pendidikan:

a. Pendidikan Tinggi
b. Pendidikan Menengah
c. Pendidikan Dasar

4. Kehormatan
a. Orang yang banyak jasanya
b. Orang biasa

5. Keturunan
Contoh: kasta di Bali

Kasta di Bali :
1. Brahmana.
2. Ksatria
3. Waysa
4. Sudra

Gelar kasta di Bali :
1. Brahmana : Ida Bagus/Ida Ayu.
2. Ksatria : Dewa, Cokorda, Anak Agung, Ngakan.
3. Waysa : Gusti, I Gusti.
4. Sudra : I Made, I Wayan, I Nyoman, Pande, Pasek.

Sifat kasta :
1. Status diperoleh dengan kelahiran.
2. Perkawinan endogami.
3. Keanggotaan kasta berlangsung seumur hidup.

Stratifikasi sosial masyarakat Indonesia pada masa penjajahan:
a.  Belanda
     1. Eropa (Belanda)
     2. Timur Asing (Cina, Arab)
     3. Bumiputera (Penduduk asli Indonesia)
b. Jepang
     1. Jepang
     2. Bumiputera
     3. Eropa dan Timur Asing
Pada masa penjajahan, sistem stratifikasi sosial bukan hanya didasarkan atas kekuasaan, tapi juga atas dasar kriteria ras.

C. Unsur Pembentuk Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial terbentuk karena adanya perbedaan status dan peran dalam masyarakat.

Macam-macam status berdasarkan cara memperolehnya:
1. Ascribed status : status yang diperoleh tanpa usaha atau karena keturunan.
Contoh : anak dari kasta Brahmana masuk ke dalam kasta Brahmana.
2. Achieved status : status yang diperoleh dengan usaha.
Contoh : status mahasiswa diperoleholeh siswa SMA yang telah lulus dalam mengikuti tes perguruan tinggi.
3. Assigned status : status yang diberikan karena seseorang telah berjasa.
Contoh : gelar Bapak Koperasi kepada Mohammad Hatta karena beliau telah berjasa mengembangkan koperasi di Indonesia.

D. Sifat Stratifikasi Sosial
1. Tertutup
    Pada sistem stratifikasi sosial yang bersifat tertutup, anggota strata tertentu tidak bisa pindah lapisan.
    Contoh: stratifikasi sosial atas dasar perbedaan kasta. Anggota kasta ksatria tidak bisa pindah ke lapisan kasta brahmana.
2. Terbuka
    Pada sistem stratifikasi sosial yang bersifat terbuka, anggota strata tertentu bisa pindah lapisan.
    Contoh: stratifikasi sosial atas dasar kekayaan. Anggota masyarakat yang berada pada kelas menengah bisa pindah lapisan ke kelas atas bila ia telah mencapai standar kekayaan kelas atas.

Fungsi Stratifikasi Sosial :
1. Alat untuk mencapai tujuan.
2. Mengatur dan mengawasi interaksi antar anggota dalam sebuah sistem stratifikasi.
3. Stratifikasi sosial mempunyai fungsi pemersatu.
4. Mengkategorikan manusia dalam stratum yang berbeda.

Konsekuensi adanya pelapisan sosial:
kalangan atas mendapatkan berbagai keistimewaan dalam menikmati fasilitas hidup, sebaliknya dengan kalangan bawah.

Dampak positif stratifikasi sosial:
adanya strata kekuasaan, misalnya, bisa mempermudah kinerja pembangunan

No comments:

Post a Comment